Ruqya Syar’iyah

DEFINISI DAN SEJARAH RUQYAH

  • Ruqyah menurut bahasa = bacaan atau mantra. Menurut Syariat Islam= bacaan yang terdiri dari ayat al-Qur’an dan hadist yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang yang sakit.
  • Ruqyah dalam pengertian bahasa sudah ada sejak sebelum diutusnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul. Rasulullah menyeleksi ruqyah-ruqyah yang dimiliki para sahabat yang tidak sesuai dengan Aqidah Islamiyah. Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata,”Kami pada zaman jahiliyyah pernah melakukan ruqyah, apa pendapatmu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, HR Muslim no 2200 “Perdengarkanlah ruqyah kalian kepadaku, ruqyah itu tidak apa-apa selama tidak bermuatan syirik..” (HR. Muslim, no 2200).Dalil ruqyah dalam Al-Qur’an,QS. Al-Isra 82 “Dan kami turunkan dari al-Qu’an suatu yang menjadi kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra:82)
  • Aisyah ra bercerita, ketika Rasulullah masuk rumahnya, saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Maka beliau bersabda, HR Ibnu Hibban no 1419 “Obatilah ia dengan Al-Quran. “(HR Ibnu Hibban no 1419)
  • Diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahumma bahwa Rasulullah meruqyah Hasan dan Husen dengan do’a, HR.Muslim “Saya meminta perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (al-Qur’an) dari (kejahatan) syetan dan binatang berbisa, serta dari pandangan yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit).”(HR.Muslim).
  • Rasullullah meruqyah salah seorang sahabatnya yang bernama Ustman bin Abil ‘Ash yang mengeluh sering lupa jumlah rakaat ketika sedang shalat.
  • Hadits dari Utsman bin Abil ‘Ash, saat dia mengadukan gangguan yang dirasakan. Lalu Rasulullah bersabda: “Letakkanlah tanganmu pada anggota tubuh yang sakit, dan bacalah bismillah tiga kali, lalu berdo’alah: HR. Muslim 2
    “Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku jumpai dan yang aku waspadai.” (HR. Muslim).

MANFAAT RUQYAH

Hakikatnya yang menyembuhkan segala jenis penyakit hanyalah Allah SWT (QS. Asy-Syu’ara’: 80). Konsep pengobatan terapi ruqyah= kita berdo’a kepada Allah untuk kesembuhan penyakit yang kita rasakan atau yang dirasakan orang lain yang kita ruqyah. Allah SWT berfirman, “Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’:82). Syekh Abdur Rahman As-Sa’di berkata, “Al-qur’an mengandung kesembuhan yang sifatnya umum dan menyeluruh, penyembuh penyakit hati (non fisik) dan penyakit badan (fisik).” (Taisirul Karimir Rahman,3/128).

    1. Menyembuhkan manusia dari gangguan jin
    2. Menyembuhkan manusia dari gangguan sihir
    3. Menyembuhkan manusia dari penyakit psikis
    4. Menyembuhkan manusia dari penyakit fisik.
    5. Untuk membersihkan suatu tempat dari gangguan jin
    6. Untuk membersihkan suatu tempat dari gangguan sihir
  • Rasulullah mencontohkan pada saat memasuki daerah lain, atau tempat-tempat yang belum pernah didatangi / menempati rumah yang sudah lama dikosongkan / memasuki rumah baru dengan membaca basmalah, serta berdo’a, HR.Abu Daud “Ya Allah, sessungguhnya saya mohon kepada-Mu kebaikan waktu masuk dan waktu keluar, dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah kami keluar dan kepada Allah kami bertawakal.”(HR.Abu Daud)
  • Ditambah dengan do’a: HR. Muslim 3 “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang telah diciptakan-Nya.”(HR. Muslim).
  • Rasulullah,”Janganlah menjadikan rumah kalian seperti kuburan, sesunguhnya syetan lari dan kabur dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-baqarah.”(HR. Muslim).

METODOLOGI RUQYAH SESUAI SYAR’IYAH

  • Ciri-ciri dari ruqyah Syar’iyyah:
    1. Bacannya diambil dari ayat-ayat al-Qur’an atau hadist-hadist yang shahih.
    2. Dibaca dengan bahasa aslinya dan sesuai dengan kaidah bacaannya serta urutannya.
    3. Dibaca dengan suara yang keras atau terdengar.
    4. Yang menyembuhkan bukan bacaan ruqyah itu tapi Allah SWT. Sebagaimana keyakinan nabi ibrahim yang diceritakan Allah SWT dalam Al-Qur’an,
    5. “Dan apabila aku sakit, dialah (Allah) yang menyembuhkaan aku.” (QS. Asy-syu’ara’:80).
  • Ruqyah Syar’iyyah merupakan sarana pengobatan yang bebas dari unsur syirik. Sepenuhnya memohon bantuan dan pertolongan Allah semata. Apabila penyakitnya disembuhkan Allah, maka mendapat 2 keuntungan, yaitu kesembuhan dan kedekatan kepada Allah. Tetapi jika belum sembuh, yang kita lakukan tidak akan sia-sia karena Allah menilainya sebagai ibadah yang berpahala. Dan kesabaran kita dalam menghadapi musibah tersebut akan melebur dosa-dosa.
  • Keuntungan Terapi Ruqyah Syar’iyah
    • Kesembuhan dan kedekatan kepada Allah.
    • Jika belum sembuh, yang dilakukan tidak akan sia-sia karena Allah menilainya sebagai ibadah yang berpahala. Dan kesabaran kita dalam menghadapi musibah tersebut akan melebur dosa-dosa.

SYARAT-SYARAT BAGI SEORANG PERUQYAH

  • Beraqidah dengan aqidah salafus shalih, yaitu aqidah yang bersih dan benar.
  • Merealisasikan tauhid yang murni (tidak tercampur syirik) dalam ucapan dan perbuatan.
  • Berkeyakinan bahwa ayat-ayat dan do’a – do’a punya pengaruh pada jin dan syetan dengan izin Allah SWT semata.
  • Menjauhi hal-hal yang diharamkan, karena itu merupakan pintu syetan untuk mengganggu dan menyerang manusia.
  • melaksanakan dan mendukung berbagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya, karena itu bagian dari senjata untuk mengalahkan syetan.
  • Senantiasa memohon pertolongan dari Allah dan banyak berdzikir dengan dzikir yang sudah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah, karena itu merupakan benteng yang sangat kokoh untuk menghadapi serangan syetan.

GEJALA-GEJALA GANGGUAN JIN PADA MANUSIA

  • Seorang peruqyah TIDAK BISA melihat jin, karena dia adalah manusia biasa bukan termasuk  Nabi atau Rasul. QS. Al-A’raf 27

    “Sesungguhnya ia (syetan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf:27).

  • Imam Syafi’i dengan tegas mengatakan,”Barang siapa yang mengaku dirinya bisa melihat jin (dalam bentuk aslinya) maka kami tolak kesaksiannya, kecuali kalau dia seorang Nabi.” (Fathul bari: 6/423).
  • Tidak ada kepastian untuk mengetahui sosok orang yang terkena gangguan jin. Mayoritas orang memahami bahwa tanda orang diganggu jin adalah kesurupan. Ada gejala lain sebagai tanda diganggu jin dengan menanyakan pada pasien, yaitu gejala di waktu terjaga (tidak tidur) dan gejala saat tidur.

Gejala waktu tidur

  1. Banyak tidur dan ngantuk berat, atau sulit tidur tanpa sebab.
  2. Sering tindihan (tidak bisa bergerak waktu tidur) dan mengigau dengan kata-kata kotor.
  3. Melakukan gerakan-gerakan aneh, seperti mengunyah dengan keras sampai beradu gigi.
  4. Sering mimpi buruk dan seram atau seakan-akan jatuh dari tempat yang tinggi.
  5. Mimpi melihat binatang-binatang seperti ular, kucing, anjing, singa, serigala yang seakan-akan menyerangnya.
  6. Mimpi ditemui jin yang yang mengaku arwah nenek moyang atau tokoh tertentu.
  7. Saat tidur merasa seperti ada yang mencekik lehernya atau menggelitiknya dan menendangnya.

 

LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN RUQYAH

  • Peruqyah dan pasien melakukan wudhu terlebih dahulu.
  • Peruqyah menasehati pasien agar betul-betul bertaubat kepada Allah dan senantiasa memohon pertolongan darinya.
  • Peruqyah menanyakan jimat-jimat atau pusaka-pusaka yang dikeramatkan oleh pasien, kalau ada atau ditemukan barang-barang tersebut, maka harus segera dimusnahkan dengan dibacakan ayat kursi atau bacaan ruqyah lainnya terlebih dahulu.
  • Peruqyah berlindung kepada Allah dari kejahatan syetan, serta memohon bimbingan-Nya agar tidak terjebak dalam tipu daya syetan yang licik.
  • Peruqyah memohon pertolongan kepada Allah agar diberi kemudahan dalam melakukan terapi ruqyah.
  • Peruqyah memberi peringatan keras kepada jin yang mengganggu pasien agar bertaubat kepada Allah serta tunduk dan patuh kepada syariat-Nya.
  • Peruqyah membacakan ayat-ayat dan do’a-do’a ruqyah dengan suara yang keras atau terdengar oleh pasien. Bisa juga di sela-sela bacaan ruqyah diselingi dengan peringatan-peringatan kepada jin pengganggu untuk keluar dengan sendirinya karena taat kepada Allah dan Rasulnya.
  • Jika sewaktu dibacakan tidak nampak reaksinya, maka tanyakanlah pada pasien barangkali ada reaksi yang lembut dan hanya dirasakan oleh pasien. Tapi kalau tampak langsung reaksinya, maka segera perintahkan jin pengganggu itu agar segera mengakhiri kedzhalimannya dan keluar dari tubuh pasien.
  • Kalau saat itu proses pengobatan belum tuntas atau belum membuahkan hasil, maka jangan bosan untuk mengulanginya, atau suruhlah pasien untuk datang lagi dilain waktu.
  • Apabila pengobatannya berhasil dan pasien sembuh dari penyakitnya, maka bersyukurlah kepada Allah dan perbanyaklah dzikir memuji kebesaran-Nya.
  • Perintahkanlah pasien yang sudah sembuh untuk sujud syukur kepada Allah, mensyukuri kesembuhannya dan senantiasa menjalankan perintah Allah dan Rasulnya. Serta pesankanlah pada pasien yang belum  sembuh untuk bersabar dan senantiasa berdzikir memohon pertolongan dari Allah.
  • Peruqyah yang meruqyah lawan jenis diwajibkan bersama dengan mahromnya serta tidak bersentuhan secara langsung. Sedangkan jika peruqyahnya adalah perempuan, maka sebaiknya hanya meruqyah pasien perempuan saja, karena fitnah dan bahayanya lebih besar dan rawan, walaupun pasien ditemani oleh saudaranya atau temannya yang lain. Kecuali kalau darurat dikarenakan tidak adanya peruqyah laki-laki dan kondisinya sudah kritis. Karena idealnya wanita itu hanya meruqyah suaminya atau anak-anaknya serta saudara-saudaranya sendiri, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh ‘Aisyah saat meruqyah Rasulullah. (Lihat HR. Bukhari, no: 5016 dan Muslim, no: 2192).
  • Anak kecil belum bisa meruqyah dirinya sendiri, maka orang tuanya atau orang yang mempunyai tanggung jawab atasnya yang meruqyahnya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radiaullahuanhuma menceritakan bahwa Rasulullah meruqyah Hasan dan Husen dengan do’a:
    “Saya minta perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna (al-Qur’an) dari (kejahatan) syetan dan binatang berbisa, serta dari pandangan yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit).” (HR. Bukhari).
  • Kalau yang diruqyah satu atau dua orang, maka peruqyah bisa meletakkan telapak tangannya di kepala pasien (yang sejenis) atau di dadanya sewaktu membaca bacaan ruqyah. Serta lebih baik lagi kalau urutan bacaannya disesuaikan dengan urutan surat dan ayat seperti yang tertulis di dalam Al-Qur’an.
  • Bagi yang berlainan jenis, cukuplah baginya untuk membaca do’a ruqyah, lalu ditiupkan ke pasien. Atau dibacakan di air lalu diminumnya atau dipakai mandi. Pakailah sarung tangan agar tidak bersentuhan langsung saat kondisi darurat, yang mengharuskan peruqyah memegang tubuh pasien.

TANDA-TANDA ADANYA GANGGUAN JIN KETIKA MERUQYAH

Tanda yang Kasar:

  • mengamuk, menyerang, meraung-raung, kejang-kejang, menangis, tersenyum dan tertawa, menjerit-jerit, memaki-maki, anggota tubuhnya bergerak-gerak terutama tangan dan kakinya, nafasnya tersengal-sengal, mual dan muntah, atau takut dan benci melihat peruqyah dan berusaha untuk lari. Reaksi jenis ini bisa diketahui langsung oleh peruqyah atau orang-orang sekitarnya yang menyaksikan.
  • Apabila pasien mengamuk janganlah panik atau terbawa emosi, tetaplah tenang dan meminta pertolongan Allah dengan memperbanyak bacaan “Hasbunallahu wani’mal wakil”. Kalau diperlukan pukulan, pukullah punggungnya atau ulu hatinya dengan pukulan standar serta pangkal lengannya, dan tetap berhati-hati supaya tidak berakibat fatal, Bacakan juga ayat 13 dari surat Al-An’am dengan berulang-ulang bila pasien terus bereaksi. Semoga pertolongan Allah selalu menyertai kita untuk mengalahkan musuh-musuh-Nya.

Tanda yang lembut:

  • Reaksi jenis ini hanya diketahui dan dirasakan oleh pasien, maka peruqyah harus proaktif menggali informasi tersebut dari pasien.
  • Tidak ada reaksi saat dibacakan bukan berarti tidak ada gangguan. Berilah penjelasan yang cukup kepada si pasien, barangkali dia tidak memahami akan tanda-tanda reaksi terutama yang sifatnya lembut. Sehingga dia bisa menginformasikan apa yang dirasakannya dan kita tidak salah dalam mengambil kesimpulan. Apakah penyakit yang diderita pasien, jenisnya gangguan medis murni dan kelainan saraf motoriknya, atau penyakit yang berjenis gangguan jin. Bisa jadi yang dideritanya merupakan gabungan dari gangguan medis dan non medis. Terkadang ada juga reaksi yang terlambat dan tidak spontan, setelah beberapa jam diruqyah baru muncul reaksi tersebut, baik reaksi yang sifatnya frontal atau yang lembut.
  • Pasien merasa ada sesuatu yang bergerak dalam tubuhnya lalu secara cepat atau lambat bergerak keluar.
  • Pasien merasakan hawa panas yang perlahan-lahan keluar dari jasadnya.
  • Pasien merasa ada sinar atau bayangan yang melesat meninggalkan tubuhnya, tapi ini jarang sekali terjadi.
  • Pasien merasa tubuhnya enteng dan lebih segar, seakan dia baru terlepas dari ikatan yang menjeratnya.
  • kesemutan, kedutan (bergerak-gerak) matanya, telinganya berdengung,
  • melihat sesuatu yang menakutkan,
  • tiba-tiba merasa sedih, resah, ketakutan,
  • berat dan pusing kepalanya, merasa seakan ada yang menindihnya, merasa berat di bagian anggota tubuh tertentu dan terserang kantuk berat.

Tanda-tanda keluarnya jin dari tubuh pasien:

  • Pasien tubuhnya meregang yang biasanya disertai dengan desisan atau semburan-semburan nafas lalu mengendorlah urat-urat nadinya, akhirnya lemas. Sering juga dibarengi dengan keluarnya keringat dingin yang membasahi tubuh pasien.
  • Kalau kita bisa mengajak dialog jin yang didalam tubuh pasien, dan mau kita ajak untuk bertaubat (kembali ke Islam), maka pada proses keluarnya akan terjadi erangan-erangan yang diikuti ucapan salam, lalu organ-organ tubuhnya mengendor dan lemas.
  • Kalau gangguan awalnya berakibat ke perubahan fisik pasien, seperti perutnya menggelembung atau kaki dan tangannya membengkak, maka akan kita dapatkan mengempes, walaupun biasanya tidak spontan.
  • Muntah-muntah saat jin mau keluar dari tubuhnya, setelah itu merasa lega dan plong.
  • Bersamaan dengan hembusan nafas si pasien, atau saat dia buang angin dan buang air, baik kecil atau besar maka jin tersebut juga keluar.

Tambahan :

  • karakter jin pada umumnya adalah pembohong dan penipu. Maka tanyakan lagi kepada pasien, apakah masih ada rasa sakit yang dikeluhkan.
  • Melihat orang yang sudah bebas dari gangguan jin dengan melihat perkembangan penyakit yang muncul ketika diganggu jin. Untuk lebih meyakinkan lagi, sebaiknya diruqyah ulang dua atau tiga kali lagi, kalau tidak dijumpai lagi reaksi yang kasar maupun yang lembut, atau sudah tidak dirasakan gangguan semula, berarti gangguannya sudah hilang insya Allah
  • Kalaupun jin tersebut betul-betul sudah keluar, peruqyah tidak bisa memberikan garansi kepada pasien bahwa jin tadi tidak akan balik lagi. Karena permusuhan syetan dengan manusia adalah permusuhan abadi, bisa saja dia keluar masuk. Pasien harus selalu membentengi dirinya dengan amalan Al Matsurat.

TERAPI LANJUTAN SESUDAH DIRUQYAH

Sakit sudah Sembuh

  • Bersyukur kepada Allah. Tidak sombong serta takabbur, tetaplah membentengi diri dengan bacaan yang sudah diajarkan Rasulullah. Dan jangan lupa ucapkan terima kasih kepada peruqyah, berilah penghargaan atau hadiah yang pantas kepadanya, baik berupa uang atau barang berharga lainnya. Karena hal ini dicontohkan dalam kisah sahabat yang mendapatkan hadiah kambing setelah meruqyah. Peruqyah telah meluangkan waktunya, meninggalkan tugas lainnya serta mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk memnbantu Anda, maka sudah sewajarnya kita hargai jasanya. Dan jangan lupa untuk mendo’akannya semoga Allah senantiasa melindunginya serta membalas kebaikannya.

Sakit belum sembuh

  • Harus tetap bersabar dan tidak bosan untuk melakukan terapi ulang. Jangan putus asa dalam mengharap kesembuhan dan pertolongan dari Allah, dengan senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Semoga peruqyah juga diberi kekuatan oleh Allah untuk membantu proses kesembuhan.

Langkah Selanjutnya

  • Meruqyah diri sendiri. Ini merupakan benteng untuk menghindari gangguan dari jin sesudahnya. Rasullullah telah mencontohkan kepada kita bagaimana meruqyah diri sendiri (mandiri), baik untuk penjagaan atau pengobatan. Contoh ruqyah untuk penjagaan adalah hadits dari Aisyah, “Bahwa Rasulullah apabila merebahkan tubuhnya di pembaringan, beliau meniup kedua telapak tangannya dengan membaca surat al-Ikhlas, surat al-Falaq dan an-Nas. Lalu beliau mengusapkan ke wajahnya kemudian ke seluruh bagian tubuhnya yang bisa dijangkau.” (HR. Bukhari).
  • Salah satu tindakan yang baik adalah mengamalkan Al Matsurat pada pagi dan sore hari sebagai amalan harian dan tindakan meruqyah diri sendiri.

BACAAN RUQYAH

A. BACAAN DARI AL-QURAN

Pada intinya seluruh isi Al-Qur’an dapat dipakai untuk meruqyah. Adapun ayat-ayat Al-Qur’an yang pernah digunakan rasulullah SAW dalam meruqyah adalah sebagai berikut:

  • Al-Fatihah, ayat 1-7
  • Al-Baqarah, ayat 1-5
  • Al-Baqarah, ayat 163-164
  • Al-Baqarah, ayat 225-257
  • Al-Baqarah, ayat 284-286
  • Al-A’raf, ayat 117-112
  • Yunus, ayat 81-82
  • Al-Mu’minun, ayat 115-118
  • Ash-Shaffat, ayat 1-10
  • Al-Ahqaf, ayat 29-32
  • Ar-Rahman, ayat 33-36
  • Al-Hasyr, ayat 21-24
  • Al-Jinn, ayat 1-9
  • Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nas

Selain ayat-ayat diatas, ada ayat-ayat yang sangat sering digunakan dalam ruqyah yang juga merupakan sunnah dari Rasulullah SAW:

  • Surat-surat untuk meruqyah yang dibaca lengkap dari awal surat sampai akhir adalah sebagai berikut:  surat al-Fatihah (HR. Bukhari dan muslim, no: 2276 dan 2201) surat al-Baqarah lengkap dari awaal surat sampai akhir (HR. Muslim, no:252,780,804). Surat ar-Rahman (HR. Tirmidzi, no:3522). Surat al-Mulk. (HR. Tirmidzi, no:3066). Surat al-Kafirun (HR. Thabrani, no:117). Surat al-Ikhlash (HR. Bukhari, no:5017). Dua surat perlindungan, yaitu surat al-falaq dan surat an-Nas (HR. Bukhari, no 5016 dan muslim, no: 2192).
  • Ayat-ayat untuk meruqyah, diantaranya adalah: ayat kursi (HR. Bukhari, no: 2311). Al-Baqarah ayat 183 (HR. Au Daud, no: 1496). Dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah (HR.Bukhari, no:4008, dan Muslim, no:808). Surat Ali Imran (HR.Tirmidzi, no:3723).
  • Ayat-ayat yang direkomendasikan para ulama’ untuk meruqyah : Al Baqarah ayat 102 (tafsir Ibnu Katsir, 1/141). Yunus Ayat 79-82 dan Al A’raf ayat 117-112 dan Thaha ayat 65-69 (tafsir Ibnu Katsir, 2/448), dan lihat Majmu’atul Fatawa Syekh Abdul ‘Aziz bin Abdulabdullah bin Baz: 3/279-280). Surat Al Mukminun ayat 115 (At-Thibbun Nabawi:68). Kalau reaksinya keras, Ibnu Taimiyyah kita untuk membacakan ayat-ayat ‘ketenangan’, seperti ayat 248 dari surat al-Baqarah, ayat 26 dan 40 dari surat at-Taubah, ayat 4, 18, dan 26 dari surat al-Fath (Madarijus Salikin, 2/532-525). Ayat 3-4 dari surat al-Mulk (At-Thibbun Nabawi:174). Ayat 51-52 dari surat al-Qalam (Tafsir Ibnu Katsir, 4/409).

B. BACAAN DARI HADIST

  • “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan mahluk-Nya”. Muslim (IV/1728).
  • “Aku Berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap syaitan dan binatang berbisa, serta dari mata yang jahat”.Al-Bukhari dalam Al-Fath (VI/408)
  • “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan dan siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan syetan dan dari kedatangan mereka kepadaku”.Abu dawud dan at-Tirmidzi. Lihat shahih at-Tirmidzi (II/171)
  • “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang telah Dia ciptakan, dan jadikan. Serta dari kejahatan yang turun dari langit, dan dari kejahatan yang naik ke langit, dan dari kejahatan yang tenggelam ke bumi, dan dari kejahatan yang keluar dari bumi, dari kejahatan fitnah malam dan siang , dan dari kejahatan setiap yang datang (di waktu malam) kecuali yang datang dengan tujuan baik, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”Musnad Ahmad (III/419), dengan sanad shahih. Ibnu Sunni (no.637). lihat Majma az-Zawaid (X/127).
  • “Ya Allah, Rabb langit yang ke tujuh, dan Rabb arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, pembelah biji dan benih, yang menurunkan taurat, injil, dan al-furqon (al-Qur’an), aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu,engkau yang memegang ubun-ubunnya.Ya Allah, Engkaulah yang paling pertama, sehingga tidak ada sesuatu apa pun sebelum diri-Mu, Engkaulah yang paling akhir, sehingga tidak ada sesuatupun setelah-Mu, dan Engkaulah yang dzahir sehingga tidak ada sesuatu yang mengungguli-Mu, dan Engkaulah yang batin, sehingga tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Mu. Lunasilah hutang kami dan cukupilah kami dari kefaqiran.”Muslim (IV/2084).
  • “Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. Mudah-mudahan Allah menyembuh-kanmu. Dengan menyebut nama Allah, aku mengobatimu dengan meruqyahmu.”Muslim(IV/1718).
  • “Dengan menyebut nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu,dari segala penyakit, mudah-mudahan Dia menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika diamendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.”Muslim (IV/1718)
  • “Dengan menyebut nama Allah; aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu dari kedengkian orang yang dengki dan dari setiap yang mempunyai mata jahat. Mudah-mudahan Allah menyembuhkanmu.” Sunan Ibnu Majah dari Ubadah bin Shamit (II/268).
  • “Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku meruqyahmu”.(HR. Muslim)

BERDIALOG DENGAN JIN YANG ADA DALAM TUBUH PASIEN

Tidak semua jin yang masuk tubuh manusia mau diajak berdialog, karena jin tersebut bisu, atau dibawah ancaman dukun dan tukang sihir yang mengirimnya, atau dia sendiri melakukan aksi tutup mulut. Tapi kalau kita menemui jin yang bisa diajak berdialog melalui mulut pasien, maka perlu kita tanyakan adalah sebagai berikut:

  • Agamanya, kalau muslim suruh dia segera bertaubat kepada Allah. Kalau enggan untuk bertaubat maka bacakanlah ayat-ayat yang menjelaskan kemunafikan. Adapun bila dia non muslim, ajaklah dia masuk Islam. Kalau dia membangkang, maka bacakanlah ayat-ayat yang menjelaskan adzab bagi orang-orang kafir. Jika agamanya nasrani, bacakanlah ayat 72-76 dari surat al-Maidah.
  • Nama dan asalnya, kalau namanya tidak islami dan dia masuk Islam maka gantilah namanya. Tapi biasanya ia enggan memberitahu nama dan asalnya, kalau begitu biarkan dan jangan terlalu dipermasalahkan, karena itu bukan masalah yang terpenting.
  • Sebab masuknya dia ke tubuh pasien, inisiatif sendiri atau dikirim seorang dukun. Kalau kiriman tanyakan mediator apa yang dipakai oleh dukun. Awas! Waspadalah terhadap tipu dayanya, bisa saja dia berbohong dan ingin mengadu domba atau memfitnah. Tak ada salahnya kalau kita konfrontasikan dengan keterangan pasien atau orang terdekatnya. Kalau dia memberitahu mediator sihir, dan pasien juga mengiyakan indikasi keberadaannya, maka carilah bendanya. Kalau sudah ditemukan, bacakanlah ayat kursi lalu musnahkan dengan membakarnya. Kalau benda itu tidak ditemukan berarti informasinya salah, dan biarkan saja. Kita ulangi bacaan ruqyah kita sampai Allah mengeluarkan jin tersebut dan menyembuhkan pasien.
  • nKeberadaannya dalam tubuh, apakah sendirian atau banyak temannya. Kalau sendirian, suruh dia cepat bertaubat dan keluar dari tubuh pasien. Tapi kalau ada temannya, perintahkan dia mengajak temannya untuk bertaubat dan keluar bersama.
  • Bisa juga mempercepat proses terapi, tanyakan posisi keberadaannya dalam tubuh pasien, di bagian mana dia tinggal. Kalau mereka menunjukkan posisinya, bisa mengarahkan bacaan ruqyah ke bagian tubuh tersebut, dengan meletakkan tangan kanan di atasnya, bisa juga agak menekannya atau sambil memijatnya kalau sesama jenis, atau meniupnya. Tapi kalau lain jenis, cukup bagi kita untuk meniup bagian tadi setelah membaca ruqyah, atau minta bantuan kerabat yang termasuk mahramnya, seraya membaca ruqyah. Walaupun dalam kondisi darurat hindarilah persentuhan langsung dengan pasien tanpa adanya penghalang yang melapisi kulit.
  • Saat jin pengganggu akan keluar dari dalam tubuh pasien, suruhlah dia bersumpah dengan nama Allah, agar tidak kembali lagi dan tidak mengganggu orang muslim lainnya. Tapi kalau tidak mau, ya biarkan saja. Dan suruhlah si pasien agar tetap waspada, dan selalu berzikir untuk membentengi diri.
Ruqyah wajib = melakukan segala aktivitas dengan doa & wirid yang diajarkan Rasulullah Saw. Amalkan Al ma’tsurat setiap pagi dan petang
Literatur : Buku Ruqyah terbitan Majalah Ghoib